• ew
  • Peran Komunikasi Politik Di Indonesia
  • peran serta masyarakat dalam membangun bangsa yang jujur dan bersih
  • KEMISKINAN ; KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENANGGULANGANNYA DI KABUPATEN SUKABUMI H. Asep Hikmat
  • PROSPEKTIF DAN FENOMENA FILSAFAT DALAM DUNIA PENDIDIKAN U. Abdullah Mu’min
  • REFLEKSI KEJAYAAN PEMERINTAHAN ISLAM DI SPANYOL Maman Hidayat
  • ANALISIS KEBIJAKAN PEMANFATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN. H. Herri Azhari
  • Peluang dan Tantangan Penerapan Demokrasi Pascatransisi Hubungan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah dalam Konteks Penanggulangan Kemiskinan Muhamad Saendinobrata
  • POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN H. Herri Azhari
  • “PERMINTAAN” DALAM ILMU EKONOMI Hj Lidiawati, SE. M.Pd
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI Ir. H. Kusman Nur, MM.
  • FILSAFAT DEKONSTRUKSI DAN REKONSTRUKSI U. Abdullah Mu’min
  • “MEMBACA”, PERJALANAN KEPEMIMPINAN KHULAFAURRASYIDIN (Khalifah Utsman dan Ali RA.) Maman Hidayat
  • KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (H. Asep Hikmat)
  • ”KORUPSI ” SUATU FENOMENA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (Muhammad Saendinobrata)
  • ”KORUPSI ” SUATU FENOMENA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
  • APLIKASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI
  • IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL DAN PERUBAHAN POLA KONSUMSI ENERGI RUMAH TANGGA (Studi Kasus Kabupaten Sukabumi)
  • ANALISIS STRUKTUR JEJARING KEBIJAKAN PUBLIK PEMBANGUNAN DESA Implikasi Implementasi Undang-Undang tentang Pembangunan Desa
  • RUU Perguruan Tinggi Batal Disahkan
  • Akan Terbang Kemanakah Negeri Ini?
  • Peran Administrasi Publik
  • Sistem Pemerintahan Indonesia
  • Sejarah PEMERINTAHAN INDONESIA
  • Cara membuat Undang-Undang
  • Pegawai NEGERI SIPIL SEBAGAI ABDI NEGARA DAN ABDI MASYARAKAT
  • Artikel lainnya...


    Pegawai NEGERI SIPIL SEBAGAI ABDI NEGARA DAN ABDI MASYARAKAT
    (10 Mei 2012)
    Sejarah telah menunjukkan bahwa sejak indonesia merdeka sampai dengan menjelang kelahiran Orde baru. Pegawai Negeri Sipil di Indonesia tidak dan belum mencerminkan kesatuan dan masih dipengaruhi oleh situasi liberal dan faham lain yang bertentangan dengan Pancasila.

    Kiranya masih teringat dalam ingatan kita apabila direnung ulang kembali, bagaimana keadaan Pegawai Negeri Sipil pada waktu itu terombang-ambing oleh kekuatan ideologi partai dan golongan. Keadaan seperti ini memungkinkan keanekaragaman orientawsi ideologi sehingga cenderung menjerumuskan antar sesama Pegawai Negeri Sipil pada pengkotakan dan konflik yang berkepanjangan, yang berakibat kesetiakawanan dan soloidaritas korps (esprit dicorps) hampir-hampir lenyap dan sirna.

    Kepentingan pribadi dan golongan lebih diutamakan daripada kepentingan negara dan masyarakat. Kesetiaan dan loyalitas lebih banyak ditujukan kepada golongan, bukan masyarakat serta golongan. Abdi negara dan abdi masyarakat berganti menjadi negara dan masyarakat “menjadi abdi”. Kita menyadari apa yang telah kita perbuat dan lakukan sebagai aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat. Banyak penyimpangan-penyimpangan yang telah dilakukan baik disengaja maupun tidak sengaja. Kita mulai berbenah diri kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil, sehingga apa yang telah dilakukan sebagai penyimpangan mulai diluruskan kembali, tahap demi tahap. Rasa solidaritas dan kesetiakawanan yang hampir memudar kita hidupkan kembali.

    Dalam garis-garis Besar Haluan Negara disebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil yaitu
    1. Pemikir
    2. Perencana, dan
    3. Pelaksana Pembangunan Nasional, sesuai dengan tujuan nasional.

    Hakikat Pembangunan Nasional adalah Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat indonesia. Jadi sebagai abdi negara dan abdi masyarakat Pegawai Negeri Sipil dituntut antara lain :
    1. Pengetahuan
    2. Keterampilan
    3. Kemauan
    4. Kedisplinan
    5. Perilaku yang patut menjadi panutan dan suri teladan dari masyarakat

    Pengabdian merupakan kata kunci yang akan selalu memberikan motivasi dan dorongan dengan kesadaran yang penuh untuk mendahulukan kewajiban daripada hak dalam situasi apapun.
    Pengabdian melahirkan kesediaan berkorban untuk negara dan masyarakat. Ini perlu dipegang teguh dalam melaksanakan tugasnya yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara material dan spiritual.

    Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan tingkatan dan golongan telah mengikuti Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila dari berbagai tipe: tipe A, tipe B, tipe C, dan tingkat nasional. Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk secara aktif mengemban peranan sebagai pengalaman pancasila didalam kehidupan sehari-hari dan dalam rangka memasyarakatkan pancasila dan mempancasilakan masyarakat.

    Perlu disadari Pegawai Negeri Sipil sebagai abdi negara dan abdi masyarakat di dalam mengemban tugasnya tidak hanya berpedoman kepada “man behind the gun” tetapi juga perlu dan penting adalah “mind behind the man”. Atas dasar tersebut di atas maka Pegawai Negeri Sipil akan dapat :
    1. Mampu menjadi insan pengabdi kepada Tuhan yang Maha Esa, kepada negara dan kepada masyarakat dengan seikhlas-ikhlasnya dan sejujur-jujurnya.
    2. Memepertinggi dan memepertebal rasa kerja sama dan kesetiakawanan sesama Pegawai Negeri Sipil.
    3. Menjadi suri teladan bagi masyarakat sekitar dalam mewujudkan pembangunan nasional sebagai pengalaman pancasila.
    4. Mengutamakan dayaguna dan hasil guna dalam mengemban pelaksaan tugas.
    5. Meningkatkan kreatifitas dan prestasi kerja dan membina serta mengembangkan diri demi kelancaran tugas.
    6. Meningkatkan disiplin kerja dan menyadari kewajiban dan hak serta melaksanakan kewajiban dan menghindari larangan.....[kembali]
    FotoFotoFotoFotoFotoFoto

    ©2012 PUSTEKOM STISIP WIDYAPURI MANDIRI SUKABUMI