• ew
  • Peran Komunikasi Politik Di Indonesia
  • peran serta masyarakat dalam membangun bangsa yang jujur dan bersih
  • KEMISKINAN ; KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENANGGULANGANNYA DI KABUPATEN SUKABUMI H. Asep Hikmat
  • PROSPEKTIF DAN FENOMENA FILSAFAT DALAM DUNIA PENDIDIKAN U. Abdullah Mu’min
  • REFLEKSI KEJAYAAN PEMERINTAHAN ISLAM DI SPANYOL Maman Hidayat
  • ANALISIS KEBIJAKAN PEMANFATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN. H. Herri Azhari
  • Peluang dan Tantangan Penerapan Demokrasi Pascatransisi Hubungan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah dalam Konteks Penanggulangan Kemiskinan Muhamad Saendinobrata
  • POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN H. Herri Azhari
  • “PERMINTAAN” DALAM ILMU EKONOMI Hj Lidiawati, SE. M.Pd
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI Ir. H. Kusman Nur, MM.
  • FILSAFAT DEKONSTRUKSI DAN REKONSTRUKSI U. Abdullah Mu’min
  • “MEMBACA”, PERJALANAN KEPEMIMPINAN KHULAFAURRASYIDIN (Khalifah Utsman dan Ali RA.) Maman Hidayat
  • KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (H. Asep Hikmat)
  • ”KORUPSI ” SUATU FENOMENA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (Muhammad Saendinobrata)
  • ”KORUPSI ” SUATU FENOMENA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
  • APLIKASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI
  • IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL DAN PERUBAHAN POLA KONSUMSI ENERGI RUMAH TANGGA (Studi Kasus Kabupaten Sukabumi)
  • ANALISIS STRUKTUR JEJARING KEBIJAKAN PUBLIK PEMBANGUNAN DESA Implikasi Implementasi Undang-Undang tentang Pembangunan Desa
  • RUU Perguruan Tinggi Batal Disahkan
  • Akan Terbang Kemanakah Negeri Ini?
  • Peran Administrasi Publik
  • Sistem Pemerintahan Indonesia
  • Sejarah PEMERINTAHAN INDONESIA
  • Cara membuat Undang-Undang
  • Pegawai NEGERI SIPIL SEBAGAI ABDI NEGARA DAN ABDI MASYARAKAT
  • Artikel lainnya...


    “PERMINTAAN” DALAM ILMU EKONOMI Hj Lidiawati, SE. M.Pd
    (27 November 2013)
    Pengertian Permintaan
    Suatu saat ketika seseorang jalan-jalan dipusat perbelanjaan, tentu banyak barang bagus yang menarik minat. Ada tas punggung, ikat pinggang, aksesoris rambut, novel Harry Potter terbaru, dan lain-lain. Semua yang menarik minat tersebut ingin dibeli oleh yang bersangkutan. Lalu apakah keinginan tersebut merupakan permintaan?. Perlu diketahui jika orang tersebut tidak memiliki uang untuk membeli semua barang itu, maka keinginannya belum dikatakan sebagai permintaan. Lalu, keinginan yang seperti apa yang dikatakan sebagai permintaan?
    Permintaan tercipta apabila seseorang memiliki keinginan untuk membeli barang dan jasa yang disertai oleh kemampuan untuk membayarnya.
    Jadi, secara sederhana bisa dikatakan bahwa Permintaan adalah keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga dan waktu tertentu.
    Dalam Ilmu Ekonomi, istilah Permintaan (Demand) mempunyai arti tertentu, yaitu selalu menunjuk pada suatu hubungan tertentu antara jumlah suatu barang yang mau dibeli dan harga barang tersebut.

    Dengan kata lain, Permintaan adalah jumlah dari suatu barang yang mau dan mampu dibeli pada berbagai kemungkinan harga, selama jangka waktu tertentu, dengan anggapan hal-hal lain tetap sama (Ceteris Paribus).
    Ada tiga hal penting yang berkaitan dengan konsep Permintaan ini, antara lain :
    1. Kuantitas yang diminta merupakan kuantitas yang diinginkan.
    Hal ini menunjukkan berapa banyak yang ingin dibeli konsumen berdasarkan harga barang tersebut, harga barang lain, pendapatan, dan selera.
    2. Keinginan konsumen tersebut disertai oleh kemampuan serta kesediaan untuk membeli.
    Jadi, merupakan permintaan efektif.
    3. Kuantitas yang diminta dinyatakan dalam satuan waktu.

    Hukum Permintaan
    Ulasan diatas menyinggung sekilas bahwa ada beberapa faktor yang menentukan besarnya Permintaan. Diantaranya adalah harga barang dan jasa itu sandiri, harga barang dan jasa lain, pendapatan, selera, juga jumlah penduduk.
    Namun demikian, kita tidak dapat memahami pengaruh semua variabel tersebut sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, untuk memudahkan analisis, para ekonom biasanya memisahkan faktor-faktor tersebut dan menganalisisnya secara terpisah. Maka diperlukan penerapan konsep Hukum Permintaan.
    Jadi, jika ingin menganalisis pengaruh perubahan harga terhadap Permintaan, maka faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi harga dianggap tidak berubah atau konstan. Dalam Ilmu Ekonomi, anggapan bahwa lainnya konstan dinamakan “Ceteris Paribus“.
    Contoh Penerapan Hukum Permintaan :
    “Syafa’ membeli 5kg buah jeruk. Semula ia hanya beniat untuk membeli 2kg, tetapi karena di toko Buah Segar sedang ada bulan promosi dengan menurunkan harga jeruk, maka ia memutuskan membeli 5kg. Sebelumnya ia juga berniat membeli 5kg buah apel. Namun harga apel ternyata naik, sehingga ia terpaksa hanya membeli 2kg saja. Dan ia pun terpaksa mengurungkan niatnya untuk membeli buah durian kesukaannya karena harganya sudah naik sangat tinggi”.
    Dari ilustrasi tersebut, dapat diketahui bahwa harga memainkan peran penting dalam mempengaruhi kuantitas yang diminta. Semakin tinggi harga, semakin rendah jumlah yang diminta. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang dan jasa, semakin banyak jumlah yang diminta. Terlihat disini bahwa ada hubungan terbalik antara tingkat harga dengan jumlah barang dan jasa yang diminta. Fenomena ini pada intinya merupakan isi dari Hukum Permintaan.
    Secara lebih jelas, Hukum Permintaan adalah :
    “Apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang diminta semakin menurun. Sebaliknya, apabila harga suatu barang dan jasa menurun, maka kuantitas yang diminta makin meningkat, Ceteris Paribus”.


    Hal-hal Yang Mempengaruhi Permintaan
    Permintaan dilandasi oleh asumsi Ceteris Paribus. Asumsi ini menganggap faktor selain harga yang juga menentukan jumlah yang diminta dianggap tidak berubah. Apabila faktor tersebut berubah, akan terjadi perubahan permintaan.
    Pergeseran ke kanan Kurva Permintaan menunjukkan Permintaan naik dan pergeseran ke kiri Kurva Permintaan menunjukkan Permintaan turun. Untuk mengetahui apa dan bagaimana faktor-faktor tersebut menyebabkan perubahan permintaan, berikut penjelasannya!
    Beberapa faktor yang menyebabkan Perubahan Permintaan antara lain :
    a. Cita rasa/selera konsumen,
    b. Pendapatan konsumen,
    c. Harga barang pengganti,
    d. Harga barang pelengkap,
    e. Perkiraan harga di masa yang akan datang.
    f. Jumlah konsumen,
    g. Intensitas kebutuhan konsumen.
    a. Cita Rasa/Selera Konsumen
    Cita rasa atau selera konsumen biasanya bergantung pada umur, jenis kelamin, status sosial, tingkat pendidikan, lingkungan sekitar dan sebagainya.
    Membaiknya selera konsumen terhadap suatu barang akan membuat permintaan konsumen naik, dan sebaliknya memburuknya selera konsumen akan membuat permintaan konsumen turun.
    Contoh :
    “Dewasa ini, selera konsumen terhadap kamera nondigital cenderung menurun karena orang lebih memilih kamera digital. Dengan demikian, bila harga kamera nondigital tidak berubah dan tetap Rp500.000,00 per unit maka jumlah yang akan dibeli konsumen turun dari 100 menjadi 50 unit per bulan. Akibatnya kurva permintaan bergeser ke kiri dari D ke D’ atau permintaan kamera nondigital turun”.
    Ket : D adalah Demand


    b. Pendapatan Konsumen
    Daya beli konsumen ditentukan oleh pendapatan. Semakin besar pendapatan konsumen, akan semakin besar pula daya belinya.
    Sebagai contoh;
    “Pemerintah mengumumkan mulai Agustus gaji Pegawai Negeri Sipil naik 10%. Dengan demikian, apabila angsuran per bulan sepeda motor tetap Rp500.000,00 per bulan, pada Agustus jumlah sepeda motor yang dibeli secara kredit bertambah dari 50 menjadi 100 unit. Akibatnya kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau permintaan sepeda motor secara kredit naik”.

    c. Harga Barang Pengganti
    Banyak barang yang bisa menggantikan fungsi barang lain. Dalam bahasa ekonomi, barang-barang ini disebut Barang Substitusi atau Barang Pengganti.
    Misal :
    “Perjalanan menggunakan kereta api bisa saling menggantikan dengan perjalanan menggunakan pesawat udara. Karena pada hari dan jam tertentu harga tiket pesawat perjalanan Yogyakarta-Jakarta turun, apabila harga tiket kereta api eksekutif Yogyakarta-Jakarta tetap Rp220.000,00, jumlah tiket yang dibeli konsumen pada hari yang sama turun dari 250 menjadi 150 unit. Jumlah tiket kereta api eksekutif yang diminta berkurang karena konsumen lebih memilih menggunakan pesawat terbang yang harga tiketnya turun. Akibatnya kurva permintaan permintaan bergeser ke kiri dari D ke D’ atau permintaan jasa perjalanan kereta api eksekutif pada hari tertentu turun”.


    d. Harga Barang Pelengkap
    Banyak barang yang bisa melengkapi fungsi barang lain. Dalam bahasa ekonomi, barang-barang ini disebut Barang Komplementer atau Barang Pelengkap.
    Contoh :
    “Telepon genggam (hp) dan kartu perdana (sim card) merupakan barang-barang yang saling melengkapi. Perlu diketahui, 8-9 tahun lalu, harga kartu perdana di Indonesia sangat tinggi. Pada saat itu masih sedikit orang yang memiliki hp karena untuk memiliki hp dan kartu perdana sebagai kelengkapannya perlu biaya yang tidak sedikit. Dengan berjalannya waktu, harga kartu perdana semakin murah. Jadi, walaupun harga hp tetap Rp1.000.000,00, dalam 1 bulan jumlah hp yang diminta meningkat dari 100 menjadi 150 unit. Jumlah hp yang diminta meningkat karena sekarang banyak orang yang membeli kartu perdana yang hanya bisa digunakan bila memiliki hp. Akibatnya kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau permintaan hp naik”.



    e. Perkiraan Harga di Masa Yang Akan Datang
    Konsumen selalu mengamati perubahan harga pasar. Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik dimasa yang akan datang, sebelum harga benar-benar naik, konsumen akan cenderung menambah jumlah yang dibeli pada saat ini. Sebaliknya, bila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun dimasa yang akan datang, konsumen akan cenderung mengurangi jumlah yang diminta sambil menunggu harga benar-benar turun.
    Sebagai contoh;
    “Pemerintah mengumumkan bahwa bulan depan pajak pertambahan nilai barang-barang elektronik akan dinaikkan. Hal ini membuat konsumen memperkirakan harga televisi berwarna akan naik mulai bulan depan. Walaupun harga TV berwarna per unit tetap Rp1.800.000,00, bulan ini jumlah TV berwarna yang diminta naik dari 25 menjadi 40 unit. Akibatnya kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau permintaan TV berwarna naik”.


    f. Jumlah Konsumen
    Permintaan pasar dibentuk oleh penjumlahan permintaan individu. Bertambahnya konsumen tentu menyebabkan jumlah yang diminta akan bertambah.
    Misal :
    “Untuk memperingati HUT RI, konsumen beramai-ramai membeli bendera merah putih. Walaupun harga bendera tetap Rp10.000,00 per buah, karena sekarang konsumennya banyak, maka jumlah yang diminta naik dari 10 menjadi 200 buah. Akibatnya kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau permintaan bendera merah putih naik”.

    g. Intensitas Kebutuhan Konsumen
    Contoh :
    “Bencana alam selalu memilukan. Ketika terjadi tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, dan kembali tsunami di Pangandaran, banyak masyarakat kehilangan rumah. Mereka membutuhkan tenda untuk tempat tinggal sementara. Karena intensitas kebutuhan konsumen akan tenda meningkat, walaupun harga tenda tidak turun, yaitu tetap Rp250.000,00 per unit, jumlah tenda yangdiminta meningkat dari 15 menjadi 250 per unit. Akibatnya, kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau permintaan tenda naik”.

    Sebenarnya, masih ada faktor yang menentukan perubahan permintaan. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang terkait dengan karakteristik khusus dari barang yang bersangkutan. Sebagai contoh, untuk barang impor atau barang yang dibeli dari luar negeri, tentu saja permintaannya juga ditentukan oleh kurs atau perbandingan nilai mata uang dalam negeri dengan luar negeri.


    Referensi :
    Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi) Edisi 3, Pratama Rahardja dan Mandala Manurung 2008, Lembaga Penerbit FEUI
    Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro – Oleh Drs. T. Gilarso, SJ.
    Pustaka: PRINSIP-PRINSIP EKONOMI, edisi 8, jilid 1
    Sumber: EKONOMI : – Jilid 1 Oleh Alam S.
    Pustaka: Ekonomi dan Akuntansi: Membina Kompetensi Ekonomi Oleh Eeng Ahman dan Epi Indriani
    Pengantar Ilmu ekonomi – Buku 1 Edisi VII, Prof. DR Winardi, SE, 1995, Penerbit ; Tarsito Bandung
    Ekonomi SMA/MA Kls X (Diknas) Oleh L Purnastuti & RR Indah M....[kembali]
    FotoFotoFotoFotoFotoFoto

    ©2012 PUSTEKOM STISIP WIDYAPURI MANDIRI SUKABUMI