• ew
  • Peran Komunikasi Politik Di Indonesia
  • peran serta masyarakat dalam membangun bangsa yang jujur dan bersih
  • KEMISKINAN ; KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENANGGULANGANNYA DI KABUPATEN SUKABUMI H. Asep Hikmat
  • PROSPEKTIF DAN FENOMENA FILSAFAT DALAM DUNIA PENDIDIKAN U. Abdullah Mu’min
  • REFLEKSI KEJAYAAN PEMERINTAHAN ISLAM DI SPANYOL Maman Hidayat
  • ANALISIS KEBIJAKAN PEMANFATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN. H. Herri Azhari
  • Peluang dan Tantangan Penerapan Demokrasi Pascatransisi Hubungan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah dalam Konteks Penanggulangan Kemiskinan Muhamad Saendinobrata
  • POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN H. Herri Azhari
  • “PERMINTAAN” DALAM ILMU EKONOMI Hj Lidiawati, SE. M.Pd
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI Ir. H. Kusman Nur, MM.
  • FILSAFAT DEKONSTRUKSI DAN REKONSTRUKSI U. Abdullah Mu’min
  • “MEMBACA”, PERJALANAN KEPEMIMPINAN KHULAFAURRASYIDIN (Khalifah Utsman dan Ali RA.) Maman Hidayat
  • KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (H. Asep Hikmat)
  • ”KORUPSI ” SUATU FENOMENA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (Muhammad Saendinobrata)
  • ”KORUPSI ” SUATU FENOMENA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
  • APLIKASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI
  • IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL DAN PERUBAHAN POLA KONSUMSI ENERGI RUMAH TANGGA (Studi Kasus Kabupaten Sukabumi)
  • ANALISIS STRUKTUR JEJARING KEBIJAKAN PUBLIK PEMBANGUNAN DESA Implikasi Implementasi Undang-Undang tentang Pembangunan Desa
  • RUU Perguruan Tinggi Batal Disahkan
  • Akan Terbang Kemanakah Negeri Ini?
  • Peran Administrasi Publik
  • Sistem Pemerintahan Indonesia
  • Sejarah PEMERINTAHAN INDONESIA
  • Cara membuat Undang-Undang
  • Pegawai NEGERI SIPIL SEBAGAI ABDI NEGARA DAN ABDI MASYARAKAT
  • Artikel lainnya...


    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI Ir. H. Kusman Nur, MM.
    (27 November 2013)
    Abstract
    There is no agreement on term “Management Information System” . Some writers prefer term such as “Information Processing syistem”.”Information Decision Syistem”, or simply “Information Syistem” to refer to computer based information processing systems which are designed to support the operations, management, and decision of an organization.

    Artinya:
    Tidak ada persetujuan mengenai istilah: “Sistem Informasi Manajemen”. Beberapa pengarang lebih suka menggunakan istilah seperti “ Sistem Pengolahan Informasi”,Sistem Informasi/Keputusan”.atau secra gampang “Sistem Informasi” untuk menunjukan pengolahan informasi yang menggunakan komputer guna menunjang operasi, manajemen dan fungsi keputusan suatu organisasi.


    PENDAHULUAN
    Perkembangan peradaban manusia pada dasarnya merupakan pengaruh pekembangan teknologi. Dengan kata lain, perkembangan teknologilah yang mendorong kemajuan peradaban umat manusia. Tentu saja selain faktor teknologi masih ada banyak faktor yang mendorong kemajuan peradaban, misalnya kemajuan di bidang ekonomi, kedokteran, kesusateraan, pendidikan dan sebagainya. Akan tetapi dari sekian banyak faktor tersebut, yang menjadi faktor dominan ialah kemajuan teknologi. (Nugroho, 2008:2).
    Munculnya lembaga pendidikan yang mengatasnamakan lembaganya ”terpadu” adalah mereka (lembaga) yang sudah mapan dalam pengelolaan manajemen lembaga dengan baik. Untuk menciptakan output (lulusan) yang unggul lembaga pendidikan harus mempunyai visi misi atau strategi manajemen pendidikan yang berfokus atau berorientasi ke masa depan. Era baru dalam dunia pendidikan adalah diperkenalkannya reformasi pendidikan yang berkaitan erat dengan sistem informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan dunia pendidikan. Informasi merupakan satu-satunya sumber yang dibutuhkan seorang pimpinan lembaga pendidikan. Informasi diolah dengan menggunakan komputer dapat di gunakan oleh seorang pimpinan organisasi dengan keahlian yang dimiliki sebagai sarana komunikasi dan pemecahan masalah, serta informasi yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan.

    KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN
    Lembaga pendidikan di Indonesia merupakan organisasi yang memiliki orientasi ganda yaitu organisasi yang berorientasi sosial dan orientasi bisnis. Dunia pendidikan Indonesia harus secepatnya berbenah diri dalam meningkatkan sistem informasi guna menunjang daya saing SDM yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut. Sistem informasi yang akan diciptakan harus seimbang antara infrastruktur teknologi yang tersedia dengan kemampuan SDM nya sehingga tidak terjadi ketimpangan yang sangat jauh, dan sistem informasi tidak dapat terwujud secara signifikan dalam menunjang kuantitas maupun kualitas pendidikan secara mendasar.
    Sistem Informasi Manajemen Pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Pengertian lain sistem informasi manajemen pendidikan adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen (perencanaan, penggerakan, pengorganisasian, dan pengendalian) dalam bidang pendidikan. Pola manajemen yang diterapkan di dalam institusi pendidikan pada masa sekarang sangat bervariatif. Oleh karena itu, sistem informasi yang diterapkan pun bervariasi sesuai kebutuhan masing-masing organisasi. Sebagai contoh SIM untuk perguruan tinggi yang pernah dikembangkan oleh Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Departemen pendidikan Nasional sekitar tahun 1994 terdiri atas 9 modul. Dengan berkembangnya sistem webbased, konsep ini memerlukan banyak modifikasi meskipun secara prinsip dapat digunakan, Sistem tersebut sebagai berikut (Nugroho, 2008:140) :
    1. Sistem Informasi Akademik
    2. Sistem Informasi Ketenagaan
    3. Sistem Informasi Sarana dan Prasarana
    4. Sistem informasi Penelitian
    5. Sistem Informasi Pengabdian Pada masyarakat
    6. Sistem Informasi Kemahasiswaan dan Alumni
    7. Sistem Informasi Perpustakaan
    8. Sistem Informasi Keuangan
    9. Sistem Informasi Kerjasama.
    1. Sistem Informasi Akademik
    Dalam sistem ini, informasi yang disediakan antara lain :
    a. Registrasi Mahasiswa Baru
    SIM dapat mencetak kartu mahasiswa secara langsung. Selain itu, juga dihasilkan laporan yaitu data induk mahasiwa, daftar mahasiwa baru per jurusan.
    b. Registrasi Mahasiwa Lama
    Demikan juga SIM dapat langsung mencetak kartu mahasiswa. Selain itu, juga dihasilkan laporan antara lain daftar mahasiswa, rekap mahasiswa per fakultas per jurusan, daftar SPP dan praktikum mahasiwa dan terakhir, rekap mahasiswa yang cuti dan pindah.
    c. Penyelenggaraan Akademik
    Informasi yang dihasilkan masih dibedakan untuk tiga kelompok. Kelompok-kelompok tersebut adalaj mahasiswa, dosen dan fakultas. Untuk mahasiswa, informasi yang dibutuhkan antara lain jadwal kuliah, daftar hadir kuliah, daftar hadir kuliah. Daftar hadir dosen, daftar isian nilai dan daftar prestasi nilai akademik. Terakhir, yaitu fakultas, membutuhkan informasi mengenai daftar mahasiswa, daftar dosen, daftar mata kuliah, daftar prestasi mahasiswa, sejarah kemajuan studi dan sejarah prestasi mahasiswa.
    d. Lulusan/Alumni
    Informasi yang dihasilkan antara lain transkip akademik. Sementara itu, untuk kebutuhan manajemen perguruan tinggi dapat disediakan daftar lulusan dan rekap penyelesaian studi.
    e. Pembinaan Kurikulum
    Informasi yang dapat disediakan baik untuk mahasiswa, dosen maupun universitas adalah daftar kuliah.

    2. Sistem Informasi Penelitian
    Sistem informasi penelitian menghubungkan antara manajemen universitas dengan pihak direktorat jendral pihak perguruan tinggi dalam pemenuhan kebutuhan informasi. Informasi yang dibutuhkan oleh manajemen universitas antara lain :
    a. Daftar penelitian,
    b. Rekap penelitian berdasarkan bidang ilmu dan sumber dana,
    c. Rekap penelitian berdasarkan fakultas dan bidang ilmu,
    d. Rekap penelitian berdasarkan bidang ilmu dan lokasi penelitian.

    Menjawab kebutuhan tersebut, direktorat jendral pihak perguruan tinggi dapat mengirimkan ketiga hal terakhir yang disebutkan di atas, yaitu :
    1. Rekap penelitian berdasarkan bidang ilmu dan sumber dana,
    2. Rekap penelitian berdasarkan fakultas dan bidang ilmu,
    3. Rekap penelitian berdasarkan bidang ilmu dan lokasi penelitian,

    3. Sistem Informasi Pengabdian pada Masyarakat
    Kegiatan unit kerja ini antara lain menyelenggarakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) bagi mahasiswa. Informasi yang dapat disediakan antara lain :
    a. Daftar nilai untuk mahasiswa dan jadwal bimbingan serta daftar bobot kredit bimbingan untuk dosen.
    b. Bagi manajemen perguruan tinggi dapat disediakan daftar judul pengabdian, rekap kegiatan pengabdian per jenis kegiatan dan lokasi, serta rekap kegiatan pengabdian per jenis kegiatan dan bidang ilmu.

    4. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
    Dalam sistem informasi ini, ada dua kelompok informasi, yaitu data induk dan pengelolaan. Informasi yang dapat disediakan untuk memenuhi kebutuhan manajemen universitas adalah :
    a. Daftar urut kepangkatan
    b. Daftar pegawai calon naik golongan
    c. Rekap pegawai menurut jenjang pendidikan
    d. Rekap pegawai menurut golongan
    e. Daftar pegawai calon pansiun
    f. Daftar gaji
    g. Daftar gaji pegawai

    5. Sistem Informasi Sarana dan Prasarana
    Ada dua kelompok informasi yang bisa ditemukan dalam sistem ini, yaitu buku induk (indentitas) dan pengelolaan. Dalam kelompok informasi pengelolaan, mahasiswa dan dosen mendapatkan jadwal kuliah.
    Informasi yang dapat disedikan antara lain :
     Untuk Kebutuhan Manajemen Universitas :
    a. Daftar barang
    b. Daftar kapasitas ruang kuliah
    c. Daftar ruang perpustakaan
    d. Daftar ruang laboratorium
    e. Daftar ruang dosen
    f. Rekap jumlah barang inventaris dan non-inventarisasi
    g. Rekap jumlah ruang per fakultas
    h. Rekap jumlah ruang laboratorium per fakultas
    i. Rekap ruang perpustakaan per fakultas
     Untuk direktorat jenderal, dapat dikirimkan :
    a. Rekap jumlah ruang per fakultas
    b. Rekap jumlah laboratorium per fakultas
    c. Rekap jumlah perpustakaan per fakultas

    6. Sistem Informasi Perpustakaan
    Subsistem perpustakaan, terdiri atas tiga kegiatan, yaitu inisialisasi buku, keanggotaan dan pelayanan perpustakaan. Informasi yang dapat disediakn antara lain adalah:
    a. Pencetakan katalog bahan perpustakaan,
    b. Rekapitulasi bahan pustaka per jenis penerbitan,
    c. Rekapitulasi pengunjung dan peminjam per fakultas,
    d. Rekapitulasi bahan pustaka yang dipinjam,
    e. Peminjam yang terlambat mengembalikan bahan pustaka.

    7. Sistem Informasi Kemahasiswaan dan Alumni
    Sistem Kemahasiswaan dan Alumni terdiri dari empat modul, yaitu kegiatan kemahasiwaan, kesejahteraan mahasiwa, kelembagaan mahasiswa dan informasi khusus, dan lulusan. Dengan demikan informasi yang disediakan antara lain :
    a. Laporan aktivitas kegiatan
    b. Daptar penyelesaian kegiatan
    c. Rekapitulasi aktivitas kegiatan
    d. Daftar fungsionaris kegiatan
    e. Data mahasiswa dan aktivitasnya
    f. Laporan aktivitas lembaga mahasiswa
    g. Rekapitulasi aktivitas lembaga
    h. Daftar fungsionaris lembaga
    i. Daftar informasi khusus
    j. Rekapitulasi informasi khusus
    k. Daftar penghuni asrama
    l. Daftar pengurus dan fasilitas asrama
    m. Daftar calon/penerima beasiswa per jenis beasiswa
    n. Rekapitulasi calon/penerima beasiswa per fakultas
    o. Rekapitulasi calon/penerima beasiswa per jenis beasiswa dan fakultas
    p. Laporan kemajuan IPK penerima beasiswa
    q. Daftar penerima dana/asuransi
    r. Daftar jumlah anggota koperasi mahasiswa
    s. Daftar pengurus koperasi mahasiswa
    t. Daftar instansi lulusan.

    8. Sistem Informasi Keuangan
    Sistem informasi keuangan, terdiri dari :
    a. Anggaran
    b. Transaksi
    c. SPJ, SPP, dan SPM
    d. Penggajian
    Dengan demikian, informasi yang dapat disediakan adalah :
    a. Anggaran belanja per tahun
    b. Kegiatan anggaran belanja
    c. Daftar surat perintah membayar
    d. Daftar surat pertanggungjawaban
    e. Rekapitulasi realisasi daftar Rincian Kegiatan bidang-bidang
    f. Rekapitulasi anggaran rutin per unit kerja
    g. Rekapitulasi anggaran pembangunan per unit kerja
    h. Rekapitulasi SPP per unit kerja
    i. Rekapitulasi anggaran rutin per fungsi
    j. Rekapitulasi anggaran DRK per fungsi
    k. Rekapitulasi perolehan SPP per semester
    l. Daftar gaji pegawai.

    LINGKUNGAN PENDIDIKAN
    Dalam sebuah lembaga pendidikan memiliki komponen-komponen yang diperlukan untuk menjalankan operasional pendidikan, seperti siswa/mahasiswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi, proses, sumber daya manusia (tenaga pendidik), dan biaya organisasi. Sistem informasi terbentuk dari komponen-komponen perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan perangkat manusia (brainware) dalam teori manajemen untuk menjalankan sebuah lembaga pendidikan, strategi lembaga pendidikan dan sisten informasi harus saling mendukung sehingga dapat menciptakan keunggulan bersaing lembaga pendidikan yang bersangkut.


    TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENDORONG KEUNGGULAN BERSAING LEMBAGA PENDIDIKAN

    Untuk mengidentifikasi daya saing lembaga pendidikan yang marketable dan sellable, ada beberapa kekuatan yang harus menjadi prioritas perhatian para pengambil kebijakan lembaga pendidikan karena adanya para lembaga pendidikan yang secara ofensif dan defensif menggunakan teknologi informasi. Strategi sistem informasi lebih menekankan kepada sisi permintaan dari lembaga pendidikan yang memerlukan sistem informasi manajemen pendidikan untuk dapat menjamin terciptanya aliran informasi yang efektif dan berkualitas. Stratewgi manajemen informasi memberikan gambarean mengenai cara yang ditempuh agar target pengembangan dan implementasi sistem informasi manajemen pendidikan tidak sebatas wacana tetapi menjadi kenyataan dan berorientasi kepada teknik manajemen yang akan dipergunakan oleh setiap lembaga pendidikan yang bersangkutan.

    MENCIPTAKAN KEUNGGULAN BERSAING LEMBAGA PENDIDIKAN
    Salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh teknologi informasi dalam dunia pendidikan adalah pembentukan jaringan komunikasi antar lembaga pendidikan, yaitu bekerja sama untuk menghadapi lembaga pendidikan yang lebih baik. Ada tiga jenis jaringan yang bisa dibentuk dalam jaringan komunikasi antar lembaga pendidikan yaitu, intranet (jaringan internal lembaga pendidikan yang menghubungkan antara kantor pusat dan kantor cabang yang terpisah secara geografis, baik lokal maupun regional), internet (jaringan komputer publik yang berpotensi sebagai penghubung lembaga pendidikan dengan para pengguna program pendidikan atau calon siswa atau mahasiswanya), dan ekstranet (jaringan yang dibangun sebagai alat komunikasi antar lembaga pendidikan dan lembaga pendukunyan, seperti departemen pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha).


    TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI ASET UTAMA LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM JANGKA PANJANG

    Ada tiga kunci utama yang mendukung teknologi informasi untuk dijadikan aset lembaga pendidikan dalam jangka panjang, yaitu sebagai berikut :
    1. Sumber daya manusia, yaitu para staf penanggung jawab perencanaan dan pengembangan teknologi informasi pada sebuah lembaga pendidikan.
    2. Tekonologi, deluruh infrastruktur teknologi informasi
    3. Relas,yaitu hubungan teknologi informasi dengan pihak manajemen lembaga pendidikan sebagai pengambil keputusan.

    STRATEGI PENDIDIKAN NASIONAL DALAM MENGHADAPI LINGKUNGAN GLOBAL

    Aspek organisasi manajemen memang tidak dipisahkan dari rumusan tentang substansi dan metodologi pendidikan sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan.
    a. Strategi Umum Pendidikan Nasional
    Starategi umum pendidikan untuk menjawab isu pemberdayaan masyarakat dalam pendidikan dituangkan aspek penting yaitu pertama tentang demokratisasi pendidikan sebagai konsep, kedua ditampilkan kelompok sasaran khusus sebagai konsekuensi dari demokrasi.

    b. Strategi Pokok Pembangunan Pendidikan Nasional
    Dalam merealisasikan strategi pokok pembangunan pendidikan, sedikitnya terdapat lima strategi pokok pembangunan pendidikan nasional yaitu, Strategi Mengatasi dampak krisis ekonomi terhadap pendidikan, Startegi perluasan dan pemerataan kesempatan pendidikan, Strategi peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, Strategi pengembangan sistem dan manajemen pendidikan dan Strategi pemberdayaan kelembagaan pendidikan.

    c. Karateristik strategi pendidikan
    Misi dasar pola pendidikan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat, harus memiliki karakteristik khusus, yaitu sebagai berikut :
    1) Pengutamaan kemampuan dasar,
    2) Penguasaan kompetensi umum,
    3) Penyelenggaraan program studi dengan kualifikasi yang dapat dipasarkan,
    4) Pendidikan yang memiliki kepedulian terhadap teknologi informasi,
    5) Pendidikan agama, moral dan budi pekerti,
    6) Pendidikan multikultural dan perdamaian.


    FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG PENGEMBANGAN STRATEGI PENDIDIKAN
    1. Pembenahan structural
    Otonomi dan akuntabilitas, Strategi pendanaan, Sumber daya manusia dan Diferensiasi.
    2. Peningkatan kualitas dan relevansi
    Isu-isu strategis yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan strategi pendidikan nasional adalah sebagai berikut. Peningkatan dan penjaminan kualitas, Keterampilan menulis dikalangan tenaga pengajar dan Relevansi penyediaan dan perluasan akses ke pendidikan tinggi.

    MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI PENDIDIKAN NASIONAL
    Perkembangan dunia pendidikan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
    1. Faktor Internal
    Dampak manajemen yang sentralistik, Mekanisme pendanaan oleh pemerintah, Manajemen dan organisasi, Sumber daya manusia.
    2. Faktor Eksternal
    Globalisasi, Perkembangan ekonomi nasional, Poltik, Sosial budaya, Teknologi.

    MEMBANGUN SISTEM PENDIDIKAN YANG BERBUDAYA DI ERA GLOBALISASI
    Langkah-langkah strategis sistem pendidikan, antara lain sebagai berikut :
    1. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pendidikan, baik pada tingkat mikro maupun tingkat makro.
    2. Menciptakan kelembagaan agar daerah mempunyai peranan dan keterlibatan yang lebih besar dalam penyelenggaraan pendidikan.
    3. Mendorong peran serta masyarakat termasuk lembaga sosial kemasyarakatan dan dunia usaha sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan dan penyelenggaraan pendidikan.
    4. Ada sistem pendidikan nasional, terutama pendidikan keagamaan yang mengelola sekolah dasar Islam yang sebagian besar dikelola oleh lembaga sosial kemasyarakatan termasuk pendidikan pesantren.
    5. Menyediakan fasilitas yang memadai agar peserta didik tumbuh dan berkembang secara sehat, dinamis, kreatif, dan produktif.
    6. Menciptakan sistem pendidikan yang proaktif dan fleksibel.
    7. Menciptakan suasana dan proses belajar mengajar yang mampu membangkitkan dan mengembangkan kreativitas, inovasi, serta minat dan semangat belajar.
    8 Menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini di tingkat sekolah dasar dalam rangka menumbuhkan budaya iptek.


    PENUTUP

    Perlu menjadi bahan pemikiran bersama, bagaimana menciptakan sistem informasi untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan bidang pendidikan agar pemecahan masalah yang dihadapi manajemen pendidikan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.

    DAFTAR PUSTAKA
    Hasibuan, Malayu S.P. 2009. Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah. CV. Bumi Asksara. Jakarta.
    Nugroho, Eko. 2008. Sistem Informasi manajemen. CV. Andi Offset. Yogyakarta.
    McLeod Raymond, Jr. 1996. Sistem Informasi Manajemen. Jilid 1 dan 2. PT Prenhallindo. Jakarta.....[kembali]
    FotoFotoFotoFotoFotoFoto

    ©2012 PUSTEKOM STISIP WIDYAPURI MANDIRI SUKABUMI